Pernahkan anda marah? Ini sebuah pertanyaan retoris tentunya, jadi tidak usah dijawab. Mana ada sih orang yang didak pernah marah. Memangnya udah mati rasa jadi biar "dicubit" juga tidak marah. Marah itu manusiawi, sebab jika sesuatu itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan atau tdak sesuai dengan yang seharusnya terjadi pasti akn menimbulkan perasaan marah. Bilakah marah itu terjadi, haruskah kita marah-marah? Marah itu positip jika memang harus marah karena sesuatu itu kurang pas atau menyimpang dari yang seharusnya, namun marah-marah itu negatif karena itu tanda tak mampu mengelola perasaan marahnya.
Seseorang yang gampang marah-marah akan cepat tua, karena banyak sekali sel saraf yang putus karena marah. Marah memang perasaan negatif yang harus dilepaskan, namun bagaimana cara melepasnya, agar perasaan jadi plong setelahnya dan perasaan menjadi nyaman kembali dan sehat ini adalah permasalahan yang harus kita jawab.
Orang yang kuat kata nabi Muhammad saw adalah orang yang kuat menahan amarahnya. Jadi kuat di sini itu apa? Ya orang yang bisa mengendalikan diri pada saat marah, tidak lantas mengamuk, melainkan melepaskan marahnya dengan cara yang bijaksana. Harus bertanya pada hati sendiri dulu apa sih yang menyebabkan aku marah? Jika sudah diketemukan penyebabnya ya tinggal ditata kembali hal-hal yang bikin marah itu agar sesuai dengan yang seharusnya. Jika sesuatu sudah sesuai dengan yang seharusnya maka yang timbul adalah perasaan senang dan bahagia, nah maka hilanglah perasaan marah itu berubah jadi senyuman bukan lagi marah-marah dengan muka merah padam. Karena marah hakikatnya adalah api, dan sifat api adalah membakar maka jika tidak dikendalikan bisa menghanguskan semuanya. Hilanglah kebahagiaan itu. Maka jika melihat sesuatu itu ko timbul marah maka harus positip thinking agar rasa marah itu hilang berubah jadi senang....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar